‹ Semua renungan

Jumat, 3 Oktober 2031

Teguran yang Menyembuhkan

Kemarin kita mendengar para murid diutus membawa damai ke setiap rumah. Hari ini nadanya berbalik keras: 'Celakalah engkau, Khorazim! Celakalah engkau, Betsaida!' Kok Yesus bisa semarah itu?

Di warung jamu, ramuan yang paling pahit justru sering yang paling dicari. Orang meneguknya sambil meringis, lalu membayar dengan rela. Sebab semua tahu, pahitnya bukan untuk menyakiti. Pahitnya untuk menyembuhkan.

Teguran Yesus pun begitu. Khorazim dan Betsaida bukan kota kafir. Justru di sanalah mukjizat paling banyak terjadi. Masalahnya satu: mereka menonton, tetapi tidak berubah. Bacaan pertama menunjukkan sikap sebaliknya. Umat di pembuangan berani berkata jujur, 'Kami telah berdosa kepada Tuhan.' Pengakuan pahit itu menjadi awal pemulihan mereka.

Kita pun punya dua pilihan setiap kali kena tegur: tersinggung atau tersembuhkan. Santa Teresia dari Kanak-Kanak Yesus memilih yang kedua; koreksi-koreksi kecil di biara ia terima sebagai jamu bagi jiwanya. Adakah teguran yang selama ini kutolak mentah-mentah, padahal diam-diam aku tahu itu benar?

Tuhan, berilah aku hati yang tidak cepat tersinggung. Jadikan setiap teguran jamu yang menyembuhkan jiwaku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →