Kamis, 2 Oktober 2031
Diutus Berdua-dua
Hari pertama masuk sekolah, hampir tidak ada anak yang berangkat sendirian. Ada tangan yang menggandeng sampai pintu gerbang. Ada yang menunggu di luar pagar sampai bel berbunyi. Digandeng itu bukan tanda lemah. Itu tanda disayang.
Yesus mengutus tujuh puluh murid, dan Ia sengaja mengirim mereka berdua-dua. Tidak ada yang berjalan sendiri. Bekalnya nyaris nol: tanpa pundi-pundi, tanpa kasut cadangan. Tetapi kawan seperjalanan, itu wajib.
Hari ini Gereja mengenang para malaikat pelindung. Kata malaikat berasal dari bahasa Yunani, angelos, artinya utusan. Jadi malaikat pelindung adalah utusan yang diberikan Allah untuk menggandeng kita, satu penjaga untuk satu manusia. Diam-diam kita pun selalu berjalan berdua-dua.
Kapan terakhir kali kita mengingatnya? Kita sibuk merasa sendirian, padahal tidak pernah sungguh sendirian. Dan barangkali inilah undangannya: karena kita dijaga, kita juga diutus menjaga. Menjadi kawan seperjalanan bagi orang yang hampir menyerah, membawa salam yang sama dengan para murid: damai sejahtera bagi rumah ini.
Tuhan, terima kasih untuk penjaga yang Kauutus menyertaiku tanpa kulihat. Jadikan aku pula penjaga bagi sesamaku hari ini. Amin.