‹ Semua renungan

Senin, 22 September 2031

Lampu Teras

Bacaan I Ezra 1:1-6 Mazmur Mazmur 126:1-6 Injil Lukas 8:16-18

Lampu teras adalah lampu yang aneh. Ia dinyalakan bukan untuk penghuni rumah, sebab penghuninya ada di dalam. Ia dinyalakan untuk orang lain: tamu yang datang, tetangga yang lewat, jalan kampung yang ikut terang. Orang Jawa merangkumnya dalam tiga kata: urip iku urup. Hidup itu menyala, dan nyala itu semestinya menerangi sekitar.

Yesus berkata: tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menaruhnya di bawah tempat tidur. Pelita ditaruh di atas kaki dian supaya orang yang masuk melihat cahayanya. Iman yang disimpan untuk diri sendiri sebenarnya sedang ditutup tempayan. Lama-lama kehabisan udara, lalu padam.

Bacaan pertama menunjukkan betapa jauh cahaya Allah bisa menjangkau. Yang menggerakkan pulangnya orang Israel dari pembuangan bukan nabi, bukan imam, melainkan Koresh, raja Persia, orang yang tidak mengenal Tuhan. Allah menggerakkan hatinya untuk membangun kembali rumah Tuhan di Yerusalem. Terang itu bebas bekerja, bahkan lewat orang di luar pagar kita.

Maka perhatikanlah cara kita mendengar dan cara kita menyala. Adakah orang lain ikut terang karena imanku, atau cahaya itu kutumpuk rapi di bawah tempat tidur?

Tuhan, nyalakanlah pelita-Mu dalam diriku, dan taruhlah aku di tempat yang Kaukehendaki. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →