‹ Semua renungan

Jumat, 19 September 2031

Yang Menanggung Bekal

Setiap acara paroki yang sukses punya ruang yang jarang difoto: dapur. Di sana ibu-ibu seksi konsumsi bekerja sejak subuh. Nama mereka tidak disebut dari mimbar. Tetapi tanpa mereka, acara rohani semegah apa pun akan bubar karena lapar.

Lukas hari ini membuka ruang dapur Injil. Yesus berkeliling dari kota ke kota bersama kedua belas murid. Lalu disebutlah nama-nama yang jarang kita hafal: Maria Magdalena, Yohana istri Khuza, Susana, dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka. Pewartaan Kerajaan Allah ternyata ditopang oleh orang-orang yang menanggung bekalnya. Orang Jawa punya ungkapan untuk sikap seperti itu: sepi ing pamrih, bekerja tanpa menghitung untung bagi diri sendiri.

Mereka memberi bukan dari kelebihan gengsi, melainkan dari syukur: mereka orang-orang yang pernah disembuhkan Yesus. Cinta yang menerima memang selalu mencari jalan untuk membalas dengan melayani.

Paulus menulis kepada Timotius: ibadah yang disertai rasa cukup memberi keuntungan besar, sebab akar segala kejahatan ialah cinta uang. Para perempuan itu contohnya yang terbalik: bukan uang yang mencintai mereka, merekalah yang memakai uang untuk mencintai.

Apa yang sedang kutanggung diam-diam bagi karya Tuhan?

Tuhan, jadikanlah hartaku bekal bagi Kerajaan-Mu, bukan berhala bagi hatiku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →