‹ Semua renungan

Senin, 15 September 2031

Sepatah Kata Saja

Kemarin kita memandang salib yang ditinggikan. Hari ini Gereja memandang perempuan yang berdiri di bawahnya: Santa Perawan Maria Berdukacita. Ia tidak berkata-kata di Kalvari. Ia hanya berdiri, tinggal, dan percaya. Seperti para ibu di ruang tunggu rumah sakit yang tidak bisa berbuat apa-apa selain tetap di situ.

Injil hari ini juga tentang iman yang hemat kata. Seorang perwira Romawi, orang luar, memohon kesembuhan bagi hambanya. Ketika Yesus sudah dekat, ia justru mengirim pesan: Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Yesus heran, lalu memuji: iman sebesar ini tidak pernah Kujumpai, sekalipun di antara orang Israel.

Kalimat perwira itu kita ucapkan di setiap Misa, menjelang komuni: ya Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya. Betapa seringnya kita mengucapkannya sambil lalu, padahal itu salah satu kalimat iman terindah yang pernah didengar Yesus.

Iman tidak diukur dari banyaknya kata. Ia diukur dari besarnya percaya: cukup sepatah kata-Mu.

Bunda berdukacita, ajarilah aku berdiri dan percaya. Tuhan, katakan saja sepatah kata, maka jiwaku akan sembuh. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →