Jumat, 5 September 2031
Anggur Baru, Kantong Tua
Penjual tape tahu betul: botol yang ditutup terlalu rapat bisa meletus. Tape masih hidup, masih bekerja, masih mengeluarkan gas. Wadahnya harus siap mengikuti. Anggur baru pun begitu. Ia masih beragi, masih memuai. Kantong kulit tua yang sudah kaku akan koyak dibuatnya.
Kemarin kita mendengar Simon meninggalkan perahunya untuk mengikut Yesus. Hari ini orang Farisi mempersoalkan murid-murid yang tidak berpuasa. Yesus menjawab dengan gambar mempelai dan kantong anggur. Ia membawa sesuatu yang hidup dan memuai. Kebiasaan lama yang kaku tidak akan sanggup menampungnya.
Menariknya, Yesus tidak menghina anggur tua. Anggur yang tua itu baik, kata-Nya. Yang dipersoalkan bukan tua atau barunya, melainkan kekakuannya. Hati boleh menua. Yang tidak boleh adalah mengeras.
Kepada jemaat Kolose, Paulus melagukan Kristus sebagai yang sulung atas segala ciptaan. Segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Kalau Dia sedahsyat itu, pantaskah kita menampung-Nya dengan hati yang tidak mau berubah sedikit pun?
Di bagian mana hidupku sudah mengeras seperti kantong tua, sehingga rahmat tidak lagi punya ruang untuk memuai?
Tuhan, lembutkanlah hatiku yang kaku, jadikanlah aku kantong baru bagi anggur-Mu. Amin.