‹ Semua renungan

Jumat, 29 Agustus 2031

Minyak yang Tak Bisa Dipinjam

Ada hal-hal yang bisa kita pinjam dari orang lain, dan ada yang tidak. Uang bisa dipinjam. Payung bisa dipinjam. Tetapi ada barang yang, betapapun kita ingin, tak bisa dipindahkan dari tangan orang lain ke tangan kita di saat genting.

Perumpamaan sepuluh gadis berbicara tentang hal itu. Lima bijaksana membawa minyak cadangan untuk pelita mereka, lima bodoh tidak. Ketika mempelai datang tengah malam dan pelita yang bodoh hampir padam, mereka meminta, "Berikanlah kami sedikit dari minyakmu." Jawaban yang bijaksana terdengar keras, tetapi jujur, "Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu."

Bukan karena pelit. Melainkan karena ada minyak yang memang tak bisa dipinjamkan. Kesiapan hati, iman yang dipupuk lama, hubungan pribadi dengan Tuhan, tak bisa dipindahkan mendadak di menit terakhir. Kita tak bisa masuk surga menumpang iman ibu kita atau kesalehan sahabat kita. Ada bekal yang harus kita kumpulkan sendiri, sedikit demi sedikit, jauh hari sebelum tengah malam tiba.

Hari ini Gereja mengenang wafatnya Santo Yohanes Pembaptis, yang dipenggal karena berani berkata benar kepada raja. Minyaknya sudah lama ia kumpulkan. Integritasnya bukan pinjaman, melainkan hasil hidup yang lurus sejak awal, sampai ia sanggup membayarnya dengan kepala sendiri.

Maka pertanyaannya sederhana tetapi mendesak. Minyak apa yang sedang kukumpulkan hari ini, selagi hari masih terang? Sebab ada saat ketika tak ada lagi yang bisa kupinjam dari siapa pun.

Tuhan, ajari aku mengumpulkan minyak iman sejak sekarang, sedikit demi sedikit. Supaya ketika Engkau datang, pelitaku menyala dari persediaanku sendiri. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →