‹ Semua renungan

Jumat, 25 Juli 2031

Ibu yang Meminta Kursi

Hampir setiap orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya. Rela antre sejak subuh demi sekolah favorit, rela berkorban demi kedudukan yang lebih tinggi bagi buah hatinya. Niatnya kasih, meski kadang caranya keliru.

Ibu Yakobus dan Yohanes datang kepada Yesus dengan hasrat seperti itu. Ia sujud, lalu meminta: berilah supaya kedua anakku duduk kelak di Kerajaan-Mu, seorang di kanan-Mu, seorang di kiri-Mu. Ia hanya ingin anak-anaknya mendapat kursi terbaik.

Yesus tidak marah, tetapi meluruskan arah. "Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum?" Di Kerajaan-Nya, yang ditawarkan bukan kursi kehormatan, melainkan cawan penderitaan.

Dan Yakobus, yang kita peringati hari ini, kelak sungguh meminum cawan itu. Ia menjadi rasul pertama yang dibunuh karena imannya. Sang ibu meminta singgasana; anaknya menerima kemartiran. Tuhan memberi bukan yang diminta, melainkan yang menjadikannya besar dengan cara-Nya sendiri.

Kesepuluh murid lain marah mendengar permintaan itu, dan kemarahan mereka membongkar isi hati sendiri: mereka pun mengincar kursi yang sama. Maka Yesus membalik ukuran: yang ingin menjadi besar, jadilah pelayan.

Doa kita bagi orang yang kita kasihi kerap berupa permohonan kursi: sukses, aman, terhormat. Beranikah kita sesekali berdoa agar mereka pun sanggup memikul cawan?

Tuhan, murnikanlah kasihku kepada orang-orang yang kucintai. Ajarilah aku mendoakan bukan kursi kehormatan bagi mereka, melainkan keberanian mengikuti Engkau. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →