‹ Semua renungan

Kamis, 24 Juli 2031

Sesudah Melewati Peronda

Di kampung, malam dijaga oleh ronda. Orang-orang berkeliling membawa senter, memukul tiang, memastikan semua aman. Kalau kita kehilangan sesuatu tengah malam, merekalah yang pertama kita tanyai.

Kidung Agung melukiskan pencarian yang gelisah seperti itu. "Di atas ranjangku pada malam hari kucari jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia." Sang kekasih bangun, menyusuri jalan dan lapangan, sampai berpapasan dengan peronda kota. Ia bertanya kepada mereka: "Apakah kamu melihat jantung hatiku?"

Tetapi perhatikan kalimat berikutnya: "Baru saja aku meninggalkan mereka, kutemui jantung hatiku." Para peronda tidak bisa menunjukkan sang kekasih. Mereka hanya perhentian di tengah jalan. Perjumpaan yang sesungguhnya terjadi justru sesudah ia melewati mereka.

Dalam pencarian akan Tuhan, kita pun bertemu banyak "peronda": buku rohani, nasihat orang bijak, kegiatan gereja, pembimbing yang baik. Semua itu berguna, semua menolong. Tetapi tak satu pun dari mereka adalah Tuhan sendiri. Mereka penunjuk arah, bukan tujuan.

Maria Magdalena mengalaminya di taman. Ia bertanya kepada malaikat, ia bertanya kepada yang dikira tukang kebun. Baru ketika Tuhan sendiri menyapa namanya, pencariannya berakhir.

Jangan berhenti di peronda. Lewati mereka dengan syukur, dan teruslah mencari sampai berjumpa dengan Dia sendiri.

Tuhan, terima kasih untuk semua yang menolongku mencari-Mu. Tetapi jangan biarkan aku berhenti pada mereka; bawalah aku sampai berjumpa dengan-Mu sendiri. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →