‹ Semua renungan

Rabu, 18 Juni 2031

Wajah Sang Pemberi

Ada dua cara orang mengulurkan sedekah. Yang satu memberi sambil menghela napas, seolah sedang kehilangan sesuatu. Yang lain memberi sambil tersenyum, seolah justru sedang menemukan sesuatu. Barang yang diberikan bisa sama persis, tetapi hati di baliknya beda langit dan bumi.

Paulus menangkap bedanya dengan satu kalimat yang sering kita lupakan: “Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.” Bukan sekadar orang yang memberi, melainkan yang memberi dengan hati riang. Ia bahkan mengingatkan, jangan memberi dengan sedih hati atau karena terpaksa. Rupanya di mata Allah, wajah pemberi sama pentingnya dengan besar pemberian.

Injil hari ini menambahkan satu syarat lagi: sembunyikan. “Jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.” Yesus tiga kali mengulang pola yang sama, tentang sedekah, doa, dan puasa: lakukan dalam tersembunyi, maka Bapa yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya.

Dua nasihat ini bertemu di satu titik. Orang yang memberi dengan sukacita tidak butuh penonton, sebab sukacitanya sudah cukup jadi upah. Yang memberi dengan berat hati justru butuh pujian, sebagai ganti sukacita yang tidak ia rasakan.

Mungkin ukuran kemurahan kita bukan seberapa banyak yang kita beri, melainkan seberapa ringan hati kita saat memberi, dan seberapa rela kita tidak diketahui.

Tuhan, jadikanlah aku pemberi yang riang dan tersembunyi, yang cukup dibalas oleh mata-Mu saja. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →