‹ Semua renungan

Sabtu, 14 Juni 2031

Dibalik dan Ditanami Ulang

Petani tahu, tanah yang sudah dipanen tidak dibiarkan begitu saja. Ia dibalik, dibongkar, jerami lama dibenamkan, lalu ditanami benih baru. Yang lama tidak sekadar dibersihkan di permukaan; ia diolah dari dalam supaya bisa menumbuhkan yang baru.

Paulus memakai kata yang jauh lebih berani daripada sekadar memperbaiki diri: “Siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Ini bukan renovasi kecil, bukan cat ulang di tembok yang sama. Ini penciptaan, seperti pada hari pertama, ketika Allah membuat sesuatu dari yang belum ada.

Dan semua ini, kata Paulus, berasal dari Allah yang mendamaikan kita dengan diri-Nya, lalu mempercayakan tugas pendamaian itu kepada kita. Orang yang sudah didamaikan diutus menjadi pembawa damai. Yang sudah diampuni menjadi pintu pengampunan bagi yang lain.

Injil hari ini menaruh satu tanda sederhana dari hidup baru itu: perkataan yang lurus. Yesus berkata, janganlah bersumpah macam-macam; jika ya katakan ya, jika tidak katakan tidak. Ciptaan baru tidak perlu berlindung di balik sumpah bertele-tele, sebab hidupnya sendiri sudah bisa dipercaya. Kejujuran adalah tanda halus bahwa seseorang sudah diolah dari dalam.

Adakah bagian dari diri kita yang masih menunggu dibalik dan ditanami ulang?

Tuhan, jadikanlah aku ciptaan baru, dan mulailah dari perkataanku yang lurus dan hatiku yang berani berdamai. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →