‹ Semua renungan

Minggu, 25 Mei 2031

Disebut dalam Doa-Nya

Banyak dari kita pernah mengalaminya: menemukan bahwa nama kita ternyata disebut dalam doa seseorang. Seorang nenek yang setiap sore memegang rosario dan menyebut nama anak cucunya satu per satu. Kita jauh di perantauan, sibuk, kadang lupa berdoa. Tetapi di sebuah kamar sederhana, nama kita naik ke surga setiap hari. Mengetahuinya saja sudah menguatkan.

Injil Minggu ini membuka rahasia yang jauh lebih besar. Pada malam sebelum sengsara-Nya, Yesus berdoa, dan Ia berkata: "Bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka." Orang-orang yang percaya oleh pemberitaan para rasul: itu kita. Dua ribu tahun sebelum kita lahir, kita sudah ada dalam doa Yesus.

Dan apa yang didoakan-Nya untuk kita? Bukan kekayaan, bukan keberhasilan. Satu hal saja, diulang-ulang: supaya mereka semua menjadi satu. Kesatuan, sama seperti Bapa di dalam Yesus dan Yesus di dalam Bapa. Rupanya bagi Yesus, perpecahan para murid adalah luka yang paling dicemaskan-Nya, dan kesatuan adalah kesaksian yang paling meyakinkan: supaya dunia percaya.

Kalau begitu, setiap kali kita memelihara dendam dalam keluarga, memperlebar kubu di gereja, memutus persaudaraan karena beda pilihan, kita sedang berjalan melawan arus doa Yesus. Dan setiap kali kita berdamai, doa-Nya terkabul sedikit demi sedikit.

Bacaan pertama menunjukkan seperti apa manusia yang hidup di dalam doa itu. Stefanus, di tengah hujan batu, menatap ke langit dan melihat Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Berdiri, bukan duduk, seolah bangkit menyambut saksi-Nya pulang. Dan Stefanus mati dengan doa yang sama seperti Gurunya: Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka. Orang yang tahu dirinya didoakan Yesus sanggup mendoakan bahkan para pelemparnya.

Minggu lalu kita memandang Yerusalem baru yang bercahaya tanpa lampu. Hari ini kitab Wahyu menutup seluruh Alkitab dengan seruan rindu: Roh dan pengantin perempuan berkata, "Marilah!" Dan jawaban-Nya tegas: "Ya, Aku datang segera!"

Di antara doa Yesus yang mendahului kita dan kedatangan-Nya yang menjemput kita, hidup ini ternyata diapit kasih dari dua sisi. Kita tidak sedang berjalan sendirian.

Yesus, Engkau menyebut aku dalam doa-Mu. Jadikanlah aku pembangun kesatuan, supaya dunia percaya. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →