Sabtu, 24 Mei 2031
Pintar yang Mau Diajar
Ada dua jenis orang pandai. Yang pertama berhenti pada kepandaiannya, sebab merasa gelasnya sudah penuh. Yang kedua terus belajar, sebab tahu gelas itu masih bisa diisi lagi.
Apolos jenis yang kedua. Kemarin kita meninggalkan Paulus yang berlayar dari Korintus; hari ini panggung berpindah ke Efesus, tempat Apolos tiba. Ia orang Aleksandria, fasih berbicara, mahir dalam Kitab Suci, bersemangat dan teliti mengajar tentang Yesus. Hampir sempurna. Hanya saja, ia baru mengetahui baptisan Yohanes. Ilmunya benar, tetapi belum utuh.
Lalu datanglah Priskila dan Akwila, sepasang suami istri tukang kemah. Mereka tidak mempermalukan Apolos di depan umum. Mereka membawanya ke rumah dan dengan teliti menjelaskan kepadanya Jalan Allah. Dan Apolos, sang orator besar, mau duduk mendengarkan penjelasan dua perajin kemah.
Adegan rumahan itu diam-diam luar biasa. Yang mengoreksi tidak merendahkan. Yang dikoreksi tidak tersinggung. Hasilnya: Apolos menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang percaya.
Berapa banyak bakat berhenti bertumbuh hanya karena gengsi dikoreksi? Dan berapa banyak koreksi gagal hanya karena disampaikan untuk mempermalukan?
Kebenaran berjalan paling jauh ketika diantar dengan hormat dan diterima dengan rendah hati.
Tuhan, berilah aku kerendahan hati Apolos saat dikoreksi, dan kelembutan Priskila saat mengoreksi. Amin.