‹ Semua renungan

Senin, 19 Mei 2031

Penjual Kain Ungu

Di pasar kain, pedagang yang laris biasanya punya dua keahlian: pandai membaca barang dan pandai membaca orang. Lidia punya keduanya. Ia penjual kain ungu, kain kelas atas pada zamannya, pedagang perempuan yang mandiri di kota Filipi.

Kemarin kita mendengar keputusan Yerusalem yang membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain. Hari ini pintu itu melangkah lebih jauh: Injil menyeberang ke Eropa dan berhenti di tepi sungai. Di sana, pada hari Sabat, ketika Paulus berbicara, perempuan sibuk ini turut mendengarkan. Lalu datang kalimat yang indah itu: "Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus."

Tuhan membuka hatinya. Iman ternyata pekerjaan dua pihak. Paulus berbicara, tetapi yang membuka gerendel dari dalam adalah Allah. Tugas kita bukan mendobrak hati orang; tugas kita bercerita dengan setia, dan membiarkan Allah membuka pada waktu-Nya.

Dan lihatlah buah hati yang terbuka: rumahnya ikut terbuka. Sesudah dibaptis bersama seisi rumahnya, Lidia mendesak, "Marilah menumpang di rumahku." Jemaat pertama di Eropa lahir di rumah seorang pedagang kain yang mau mendengar.

Hati yang terbuka selalu berlanjut menjadi pintu yang terbuka.

Tuhan, bukalah hatiku bagi firman-Mu, dan bukalah pintu rumahku bagi sesamaku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →