Kamis, 8 Mei 2031
Ilmu Kurir
Kurir yang baik tahu satu hal: paket itu bukan miliknya. Tugasnya mengantar utuh, bukan membuka, apalagi mengaku-aku sebagai pengirim. Justru di situ kehormatannya. Orang menerima dia karena percaya pada yang mengutusnya.
Kemarin kita mendengar Barnabas dan Saulus dilepas jemaat Antiokhia. Hari ini mereka mulai bekerja. Di rumah ibadat di Antiokhia Pisidia, Paulus berdiri dan menceritakan sejarah panjang Israel, dari Mesir sampai Daud, sampai tiba pada Yesus. Ia menutup dengan mengutip Yohanes Pembaptis: "Membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak."
Yohanes adalah kurir teladan. Terkenal, diikuti banyak orang, tetapi tidak sekali pun mengantongi paket itu untuk dirinya.
Dalam Injil, Yesus meneguhkan ilmu yang sama: seorang utusan tidaklah lebih tinggi daripada dia yang mengutusnya. Dan ada janji indahnya: barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku.
Kita semua kurir kabar baik, entah lewat pengajaran, entah lewat kebaikan kecil yang diam-diam. Godaannya selalu sama: ingin dicatat sebagai pengirim. Padahal tugas kita hanya satu: sampai, dan utuh.
Tuhan, jadikan aku utusan yang setia, yang mengantarkan kasih-Mu tanpa menguranginya untuk diriku sendiri. Amin.