‹ Semua renungan

Jumat, 25 April 2031

Catatan dari Ingatan Petrus

Ada cara lama untuk merawat sejarah keluarga. Seorang muda duduk di dekat kakek atau neneknya, mendengarkan cerita lama, lalu menuliskannya sebelum ingatan itu hilang bersama usia. Yang tua bercerita, yang muda mencatat. Begitulah kisah bertahan dari satu angkatan ke angkatan berikutnya, lewat tangan yang setia mencatat.

Hari ini Gereja mengenang Santo Markus, penulis Injil yang paling pendek. Menurut tradisi lama, Markus bukan saksi mata langsung, melainkan orang yang setia mencatat khotbah dan ingatan Petrus. Tidak heran bila dalam suratnya, Petrus menyebutnya dengan sayang, 'Markus, anakku.' Injil Markus seolah adalah kenangan Petrus yang dituliskan oleh tangan seorang muda.

Yang menarik, Markus bukan tokoh sempurna. Kitab Suci mencatat bahwa ia pernah meninggalkan perjalanan misi di tengah jalan, sampai membuat Paulus kecewa. Tetapi ia tidak berhenti di kegagalan itu. Ia bangkit, kembali berguna, dan akhirnya justru menuliskan salah satu harta paling berharga bagi Gereja. Orang yang pernah mundur pun bisa dipakai Tuhan untuk pekerjaan besar.

Injil yang ditulisnya ditutup dengan perintah agung, 'Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.' Kisah yang dicatat Markus dari ingatan Petrus itu kini sampai kepada kita, ribuan tahun kemudian, di sebuah bahasa yang tidak pernah ia bayangkan.

Adakah kegagalan lama yang membuat kita merasa tak lagi berguna, padahal Tuhan masih ingin memakai kita seperti Ia memakai Markus?

Tuhan, seperti Markus yang bangkit dari kegagalannya, pakailah aku kembali untuk pekerjaan-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →