Kamis, 24 April 2031
Ketika Dua Suara Berbenturan
Kemarin kita mendengar malaikat membuka pintu penjara dan menyuruh para rasul kembali mengajar di Bait Allah. Hari ini mereka sudah berdiri lagi di depan Mahkamah Agama, tepat di tempat bahaya yang baru saja mereka tinggalkan. Mereka dibebaskan, dan yang pertama mereka lakukan justru kembali ke mulut singa.
Imam Besar menegur, 'Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu.' Jawaban Petrus menjadi salah satu kalimat paling berani dalam seluruh Kitab Suci, 'Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia.' Bukan berarti ia menganggap remeh setiap otoritas. Ia hanya tahu bahwa ketika perintah manusia berbenturan dengan perintah Allah, ada urutan yang tidak boleh dibalik.
Kita semua sesekali berdiri di persimpangan itu. Atasan menyuruh sesuatu yang tidak jujur. Kebiasaan lingkungan menuntut kita ikut yang keliru. Di saat seperti itu, hati nurani seperti kompas yang tetap menunjuk utara, betapa pun peta di tangan kita diputar ke segala arah.
Injil hari ini menguatkan alasannya. 'Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya.' Suara Allah datang dari atas, dari tempat yang lebih tinggi dari segala otoritas dunia. Menaati Dia lebih dulu bukan pemberontakan, melainkan menaruh setiap hal pada tempatnya yang benar.
Adakah saat kita lebih takut kepada suara manusia daripada kepada suara Allah, sampai kompas hati kita ikut kita putar?
Tuhan, ketika suara dunia dan suara-Mu berbenturan, berilah aku keberanian untuk menaati Engkau lebih dulu. Amin.