‹ Semua renungan

Sabtu, 1 Maret 2031

Meja yang Salah

Kemarin nabi Yesaya menegur cara kita berpuasa. Katanya, puasa yang dikehendaki Tuhan bukan menundukkan kepala seperti gelagah, melainkan membuka belenggu dan memberi makan orang lapar. Hari ini ia melanjutkan janjinya: kalau engkau menyerahkan nasimu kepada yang lapar, terangmu akan terbit dalam gelap.

Lalu datanglah Injil, dan janji itu seolah mendapat wajah. Yesus lewat di rumah cukai. Ia melihat Lewi. Ia berkata satu patah kata, 'Ikutlah Aku', dan meja Lewi pun berubah menjadi meja perjamuan.

Orang Farisi bertanya mengapa Yesus makan dengan pemungut cukai. Jawab-Nya sebuah gambar dari ruang tunggu: 'Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.' Coba bayangkan sebuah puskesmas yang hanya mau menerima orang sehat. Alangkah anehnya. Klinik justru ada karena ada yang sakit.

Kita sering keliru memilih meja. Kita ingin duduk dengan yang bersih, yang pantas, yang sudah beres. Padahal Tuhan justru mencari meja yang salah, meja para pemungut cukai, supaya di situ Ia menyembuhkan.

Puasa Prapaskah barangkali sesederhana ini: pindah tempat duduk. Mendekat kepada yang selama ini kita jauhi. Adakah satu orang yang kita anggap terlalu berdosa untuk kita temani makan?

Tuhan, Engkau duduk dengan orang berdosa tanpa jijik. Ajarilah aku memilih meja yang Kaupilih. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →