Kamis, 27 Februari 2031
Persimpangan
Setiap hari kita berdiri di persimpangan-persimpangan kecil. Bangun atau menunda. Jujur atau berbelit. Menegur dengan kasih atau menggerutu di belakang. Jarang ada papan penunjuk arah; yang ada hanya dua jalan dan hati kita.
Musa, di ujung hidupnya, meringkas seluruh hukum Taurat menjadi satu persimpangan besar: kuperhadapkan kepadamu kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Lalu ia hampir-hampir memohon: pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu.
Yesus memperjelas arah jalan kehidupan itu, dan bentuknya mengejutkan: setiap orang yang mau mengikut Aku harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari, dan mengikut Aku. Perhatikan kata setiap hari. Salib bukan peristiwa sekali seumur hidup, melainkan pilihan yang diperbarui tiap pagi, di persimpangan-persimpangan kecil tadi.
Prapaskah baru berumur dua hari. Empat puluh hari ini pada dasarnya adalah latihan memilih: seribu simpang kecil yang menentukan apakah kita makin hidup atau pelan-pelan kehilangan diri. Sebab apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia, tetapi membinasakan dirinya sendiri?
Di persimpangan hari ini, jalan mana yang kupilih?
Tuhan, di setiap simpang kecil hari ini, tuntunlah kakiku memilih kehidupan. Amin.