‹ Semua renungan

Kamis, 23 Januari 2031

Selalu Memohonkan Kita

Surat Ibrani terus mengajak kita memandang Yesus sebagai Imam Besar. Hari ini satu kalimat menonjol. 'Ia sanggup menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang datang kepada Allah oleh Dia, sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.'

Perhatikan kata senantiasa. Bukan sesekali. Bukan pada jam-jam tertentu. Terus-menerus. Pada saat kita lupa berdoa, Ia sedang memohonkan kita. Pada saat kita tertidur, Ia sedang berbicara kepada Bapa tentang kita. Doa kita boleh terputus, tetapi doa-Nya bagi kita tidak pernah berhenti.

Kita mengerti sedikit tentang ini dari pengalaman biasa. Banyak orang berdiri hari ini karena ada seseorang yang mendoakannya diam-diam. Seorang ibu yang setiap malam menyebut nama anaknya. Seorang nenek yang jari-jarinya menghitung rosario untuk cucu yang jauh. Kita sering tidak tahu bahwa kita sedang ditopang oleh doa yang tak kita dengar.

Yesus melakukannya jauh melampaui itu. Ia bukan sekadar mendoakan sesekali, tetapi menjadi jembatan yang tetap terbentang antara kita dan Allah. Ketika kita merasa doa kita terlalu lemah untuk sampai, ada Dia yang membawanya naik.

Hari ini aku tidak berdoa sendirian. Adakah itu mengubah cara aku menghadap Tuhan, mengetahui ada yang tak henti memohonkan aku?

Tuhan Yesus, di saat aku lupa dan lelah, Engkau tetap memohonkan aku kepada Bapa. Terima kasih. Ajar aku pun mendoakan orang lain tanpa jemu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →