‹ Semua renungan

Rabu, 22 Januari 2031

Ulurkan Tangan yang Layu

Markus beberapa hari ini menunjukkan Yesus berhadapan dengan orang-orang Farisi. Hari ini ketegangannya memuncak di rumah ibadat. Di situ ada seorang yang tangannya mati sebelah, layu, tak bisa digerakkan. Dan Yesus memanggilnya, 'Mari, berdirilah di tengah.'

Coba bayangkan rasa orang itu. Selama ini ia pasti menyembunyikan tangannya yang cacat. Diselipkan ke balik jubah, dijauhkan dari pandangan orang. Sekarang ia disuruh berdiri di tengah, di depan semua mata, justru dengan bagian dirinya yang paling ia malui.

Lalu perintah Yesus terdengar. 'Ulurkanlah tanganmu.' Persis tangan yang layu itu. Bukan tangan yang sehat, bukan bagian yang bisa dibanggakan, melainkan yang rusak. Yesus meminta orang itu justru mengangkat kelemahannya ke hadapan-Nya. Dan ketika tangan itu diulurkan, ia pun sembuh.

Di sinilah banyak dari kita tersandung. Kita mau datang kepada Tuhan dengan tangan yang bagus. Kita tunjukkan sisi kita yang rapi, prestasi kita, doa kita yang fasih. Sedangkan bagian yang layu, luka lama, kebiasaan yang memalukan, kita sembunyikan rapat. Padahal justru itulah yang diminta Tuhan untuk diulurkan. Yang tetap disembunyikan tidak akan pernah tersembuhkan.

Bagian mana dari diriku yang layu, yang selama ini kusembunyikan, dan hari ini berani kuulurkan kepada Tuhan?

Tuhan, aku malu pada bagian diriku yang rusak. Tetapi Engkau justru meminta itu. Kuulurkan tanganku yang layu, sembuhkanlah. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →