Senin, 6 Januari 2031
Dua Kali Tak Kenal
Yohanes Pembaptis adalah kerabat Yesus. Ibu mereka bersaudara. Besar kemungkinan mereka pernah bertemu waktu kecil, di antara sanak yang berkumpul saat hari raya. Namun dua kali di Injil hari ini Yohanes mengucapkan kalimat yang sama, 'aku sendiri pun tidak mengenal Dia.'
Aneh, bukan? Orang yang masih saudara, yang mungkin pernah semeja, mengaku tidak mengenal. Tetapi justru di situ kejujurannya. Yohanes tahu wajah Yesus. Yang belum ia kenal adalah siapa Yesus sebenarnya. Ada beda antara kenal muka dan kenal jati diri.
Kita sering begitu terhadap orang terdekat. Kita hafal wajah pasangan, anak, tetangga sebelah. Kita tahu jam berapa mereka pulang, kopi apa yang mereka suka. Tetapi siapa mereka di dalam, apa yang mereka pikul diam-diam, kadang tak pernah sungguh kita kenal. Dekat di meja, jauh di hati.
Yohanes akhirnya mengenal Yesus lewat sebuah tanda, Roh turun seperti merpati dan tinggal di atas-Nya. Ia mesti diberi tahu. Ia mesti menunggu. Pengenalan sejati bukan hasil kebiasaan, melainkan pemberian.
Mungkin ada orang di rumahku yang setiap hari kupandang, tetapi belum sungguh kukenal. Beranikah aku memandangnya lagi, seolah baru pertama kali?
Tuhan, buka mataku terhadap orang-orang yang terlalu dekat untuk kulihat. Ajar aku mengenal, bukan sekadar terbiasa. Amin.