‹ Semua renungan

Selasa, 13 Agustus 2030

Melahirkan di Depan Naga

Wahyu melukiskan pemandangan langit yang mendebarkan. Seorang perempuan berselubungkan matahari, bulan di bawah kakinya, mahkota dua belas bintang di kepalanya. Ia mengandung, berteriak kesakitan hendak melahirkan. Dan di depannya berdiri seekor naga merah besar, menunggu menelan Anaknya begitu Ia lahir.

Bayangkan melahirkan dalam keadaan seperti itu. Rapuh, kesakitan, tepat di depan mulut bahaya. Tidak ada gambar yang lebih menggambarkan hidup beriman di dunia ini. Yang baik selalu lahir di depan naga. Kebaikan tidak pernah tumbuh di tempat yang aman dari ancaman.

Tetapi perhatikan akhirnya. Anak itu tidak ditelan. Ia diangkat ke takhta Allah, dan perempuan itu dipelihara di tempat yang telah disediakan baginya. Naga tampak besar, tetapi ia tidak menang.

Injil hari ini menaruh wajah manusiawi pada perempuan langit itu. Maria bergegas ke pegunungan menjenguk Elisabet, dan dari mulutnya meluncur nyanyian, 'Jiwaku memuliakan Tuhan.' Ia mengandung Sang Anak di tengah dunia yang tidak ramah, namun ia menyanyi, bukan mengeluh.

Adakah kebaikan yang harus kita lahirkan hari ini justru di tempat yang terasa penuh ancaman?

Tuhan, ketika aku harus melahirkan kebaikan di depan naga, tenangkan aku dengan janji bahwa Engkau sudah menyiapkan tempat perlindungan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →