‹ Semua renungan

Sabtu, 4 Mei 2030

Sungut-sungut Dapur Umum

Setiap kali kampung punya hajatan, dapur umum adalah tempat paling rawan. Bukan rawan api, melainkan rawan hati. Siapa dapat jatah duluan, siapa terlewat, siapa merasa dianaktirikan.

Jemaat perdana pun mengalaminya. Jumlah murid bertambah, dan bersama itu bertambah pula sungut-sungut: janda-janda kelompok berbahasa Yunani merasa diabaikan dalam pelayanan sehari-hari. Indah bahwa Kisah Para Rasul tidak menutupi cerita ini. Gereja yang penuh Roh Kudus ternyata tetap punya masalah dapur.

Yang mengesankan adalah cara menyelesaikannya. Para rasul tidak menyuruh janda-janda itu bersabar secara rohani. Mereka mengakui ada yang timpang, lalu memilih tujuh orang penuh Roh dan hikmat untuk mengurus meja. Doa tidak dipertentangkan dengan pembagian nasi. Keduanya sama-sama pelayanan, hanya berbeda meja.

Hasilnya dicatat rapi: firman Allah makin tersebar justru sesudah urusan meja dibereskan. Mungkin begitu juga di rumah dan lingkungan kita. Pewartaan macet bukan karena kurang khotbah, melainkan karena ada yang lapar dan tidak terlihat.

Siapa di sekitarku yang sedang terlewat dari pembagian?

Tuhan, bukalah mataku bagi mereka yang terlewat, dan jadikan tanganku pembagi yang adil. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →