Rabu, 1 Mei 2030
Bukan untuk Kabur
Kalau pintu penjara terbuka tengah malam, ke mana orang akan lari? Naluri menjawab cepat: sejauh-jauhnya. Ganti nama, ganti kota, hilang dari peredaran.
Kemarin kita mendengar Barnabas meletakkan hasil penjualan ladangnya di kaki para rasul. Hari ini para rasul itu dijebloskan ke penjara karena iri hati para pemuka agama. Lalu malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara. Tetapi perintahnya aneh: 'Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman hidup itu.' Mereka disuruh kembali ke tempat paling berbahaya, tempat mereka kemarin ditangkap. Kebebasan itu ternyata bukan tiket melarikan diri. Kebebasan itu surat tugas.
Hari ini Gereja mengenang Santo Yusuf Pekerja. Yusuf tidak pernah tercatat mengucapkan satu kalimat pun dalam Injil. Yang tercatat hanya pekerjaannya: bangun, mengambil, membawa, mengerjakan. Di bengkel kayunya, ketaatan berbentuk serbuk gergaji.
Kita pun setiap pagi diberi pintu terbuka: hari baru, badan yang masih bernapas. Untuk apa pintu itu? Untuk lari dari tanggung jawab, atau untuk kembali ke tempat tugas kita: dapur, kantor, sawah, ruang kelas?
Tuhan, bukalah pintuku pagi ini, dan arahkan kakiku ke tempat Engkau mengutusku. Amin.