‹ Semua renungan

Rabu, 6 Februari 2030

Emas di Dalam Api

Tukang emas tidak takut pada api. Justru api itu alatnya. Logam mulia dimasukkan ke dalam bara sampai meleleh, dan di permukaan cairan itu naiklah kotoran yang lalu disingkirkan. Semakin murni emasnya, semakin bersih ia keluar dari api. Api tidak memusnahkannya. Api menampakkan siapa dia sebenarnya.

Nabi Maleakhi memakai gambar itu: Tuhan akan duduk seperti orang yang memurnikan perak dan emas. Ia tidak membuang logam-Nya ke dalam api untuk membinasakan, melainkan untuk menyucikan, supaya mereka mempersembahkan korban yang benar.

Hari ini kita mengenang Paulus Miki dan kawan-kawannya, yang disalibkan di sebuah bukit di Nagasaki. Dari atas kayu salib itu, di ambang maut, Paulus Miki tidak mengutuk. Ia justru mengampuni mereka yang menyalibkan dia, dan mengaku bahagia mati demi Kristus. Api penganiayaan tidak memusnahkan imannya. Api itu menampakkan betapa murni emas yang ada di dalamnya.

Kita mudah mengira bahwa iman sejati adalah iman yang terhindar dari api. Padahal justru dalam panaslah kadar sesungguhnya ketahuan. Kesabaran kita baru terbukti ketika dipancing, kejujuran kita baru teruji ketika berbohong terasa menguntungkan.

Api apa yang sedang membakar hidup kita sekarang, dan maukah kita membiarkannya memurnikan, bukan hanya menyiksa?

Tuhan, ketika hidupku terasa seperti dibakar, jagalah aku tetap emas di tangan-Mu. Murnikan, jangan biarkan aku hangus. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →