Jumat, 5 Oktober 2029
Mengaku Tanpa Tapi
Anak kecil memecahkan gelas. Reaksi pertamanya hampir selalu sama: "Bukan aku." Kalau terpojok, keluar jurus kedua: "Tapi kan tadi..." Mengaku memang pekerjaan paling berat, bahkan untuk orang dewasa.
Karena itu doa umat dalam kitab Barukh hari ini terasa mengejutkan. Tidak ada pembelaan diri. Tidak ada kata tapi. "Memang kami telah berdosa kepada Tuhan. Kami tidak taat kepada-Nya." Kalimatnya polos dan berulang, seperti orang yang akhirnya lelah berdalih. Dan justru dari pengakuan sejujur itu pemulihan bisa dimulai.
Kemarin kita mendengar tujuh puluh murid diutus membawa damai. Hari ini Yesus menyesali kota-kota yang menolak: Khorazim, Betsaida, Kapernaum. Kota-kota itu tidak kekurangan mukjizat. Mereka kekurangan satu hal saja: kesediaan mengaku dan berbalik.
Teresia dari Kanak-Kanak Yesus menemukan jalannya justru di sini: berdiri di hadapan Allah dengan tangan kosong, tanpa jasa yang dipamerkan, tanpa dalih yang disiapkan. Malam ini, sebelum tidur, beranikah kita berdoa satu kalimat saja tanpa embel-embel: Tuhan, aku telah berdosa?
Tuhan, ajarilah aku mengaku tanpa tapi, supaya Engkau leluasa memulihkan aku. Amin.