‹ Semua renungan

Kamis, 4 Oktober 2029

Berangkat Tanpa Sangu

Orang Jawa menyebut bekal perjalanan dengan satu kata pendek: sangu. Bepergian jauh tanpa sangu rasanya mustahil. Tas harus penuh, dompet harus terisi, baru hati tenang di jalan.

Hari ini Yesus mengutus tujuh puluh murid dengan aturan yang aneh: jangan membawa pundi-pundi, bekal, atau kasut. Berangkat tanpa sangu. Mengapa? Mungkin supaya para utusan itu belajar bahwa yang menghidupi mereka bukan isi tas, melainkan Dia yang mengutus. Orang yang tasnya penuh mudah merasa tidak butuh siapa-siapa. Orang yang tasnya kosong terpaksa mengetuk pintu, dan justru di situ damai sejahtera itu dipertukarkan.

Fransiskus dari Assisi, yang kita kenang hari ini, mengambil perintah ini mentah-mentah. Anak saudagar kain itu menanggalkan pakaiannya di alun-alun Assisi dan berangkat tanpa apa-apa. Anehnya, dari kekosongan itu lahir sukacita yang menular ke seluruh dunia sampai sekarang.

Kita tidak semua dipanggil menjadi Fransiskus. Tetapi kita boleh bertanya: jangan-jangan tas kita terlalu penuh sehingga tangan tidak sempat terbuka? Sukacita karena Tuhan, kata Nehemia kepada umat yang menangis, adalah perlindungan kita. Dan sukacita paling mudah tumbuh di tangan yang tidak menggenggam terlalu banyak.

Tuhan, ringankanlah bawaanku, supaya aku lincah membawa damai-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →