Selasa, 2 Oktober 2029
Ujung Jubah
Di pasar yang penuh sesak, anak kecil punya satu cara supaya tidak hilang: memegang ujung baju ibunya. Ia tidak tahu jalan. Ia tidak hafal arah pulang. Tetapi selama tangannya menggenggam kain itu, ia ikut sampai ke mana pun ibunya pergi.
Kemarin kita mendengar janji Allah membawa umat-Nya pulang dan tinggal di tengah Yerusalem. Hari ini Zakharia melanjutkan dengan gambar yang mengharukan: sepuluh orang dari berbagai bangsa memegang kuat-kuat punca jubah seorang Yahudi sambil berkata, "Kami mau pergi menyertai kamu, sebab telah kami dengar bahwa Allah menyertai kamu." Iman ternyata menular bukan lewat pidato, melainkan lewat hidup yang layak dipegangi.
Dalam Injil, Yakobus dan Yohanes menawarkan cara lain: api dari langit untuk desa Samaria yang menolak. Yesus menegor mereka. Orang tidak ditarik kepada Allah dengan ancaman.
Pada peringatan Para Malaikat Pelindung ini, baiklah kita bertanya: adakah pada hidup kita sesuatu yang membuat orang lain ingin ikut, seperti anak memegang ujung baju ibunya? Malaikat menjaga tanpa suara. Mungkin kita pun dipanggil menjadi penjaga yang seperti itu: tidak menyambar seperti api, tetapi bisa dipegang erat.
Tuhan, buatlah hidupku layak dipegangi orang yang sedang mencari Engkau. Amin.