‹ Semua renungan

Kamis, 27 September 2029

Pundi yang Berlubang

Bacaan I Hagai 1:1-8 Mazmur Mazmur 149:1-6,9 Injil Lukas 9:7-9

Hagai punya gambar yang menohok untuk orang sibuk: bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlubang. Menabur banyak, membawa pulang sedikit. Makan, tidak sampai kenyang. Minum, tidak sampai puas. Sibuk luar biasa, kosong luar biasa.

Di mana bocornya? Hagai menunjuk dengan lugas: kamu mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang rumah Tuhan tetap menjadi reruntuhan. Urutannya terbalik. Semua untuk diri sendiri dulu, Allah kebagian sisa, itu pun kalau bersisa. Hidup yang pusatnya melenceng memang bocor halus: tidak terasa, tetapi terus menetes.

Kabar tentang Yesus, yang kemarin dibawa keliling desa oleh kedua belas murid, hari ini sampai ke telinga istana. Herodes contoh pundi bocor yang lain: punya istana, punya kuasa, tetapi cemas, dan terus bertanya-tanya, siapa gerangan Dia ini? Kekuasaan tidak menambal lubang di hatinya.

Santo Vinsensius a Paulo yang dikenang hari ini menemukan tambalannya: melayani orang miskin. Baginya, meninggalkan doa demi menolong orang miskin berarti pergi dari Allah menuju Allah juga. Rumah Tuhan yang ia bangun bermukim dalam diri kaum papa.

Coba periksa pundi kita: sibuk sudah pasti, tetapi mengalirnya ke mana?

Tuhan, tambalkanlah hidupku yang bocor dengan menaruh Engkau kembali di tengahnya. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →