‹ Semua renungan

Selasa, 11 September 2029

Buku Kasbon

Hampir setiap warung punya buku itu: buku kasbon, catatan hutang para pelanggan. Selama nama kita masih tertulis di sana, ada rasa tidak enak setiap lewat di depan warung. Bayangkan suatu hari pemilik warung merobek halaman berisi nama kita, di depan mata kita sendiri. Lunas, katanya, padahal kita belum membayar.

Persis gambar itulah yang dipakai Paulus. Kemarin kita mendengar ia bergumul keras supaya jemaat mengenal rahasia Allah. Hari ini rahasia itu dijabarkan: Allah menghapuskan surat hutang yang mendakwa dan mengancam kita, dan meniadakannya dengan memakukannya pada kayu salib. Catatan dosa kita tidak diputihkan diam-diam; ia dipaku terbuka di salib, dirobek di depan langit dan bumi.

Maka hidup Kristen bukan usaha mencicil hutang yang mustahil lunas, melainkan hidup orang yang sudah dibebaskan: berakar di dalam Dia, dibangun di atas Dia, melimpah dengan syukur.

Menarik pula, sebelum memilih dua belas rasul, Yesus berdoa semalam-malaman. Orang-orang pilihan-Nya bukan yang bersih catatannya; salah satunya kelak berkhianat. Ia memilih bukan karena kasbon kita kosong.

Masihkah kita hidup seperti orang yang tertekan hutang, padahal halamannya sudah dirobek?

Tuhan, ajarilah aku hidup sebagai orang yang telah Kaubebaskan, melimpah dengan syukur. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →