‹ Semua renungan

Sabtu, 30 Juni 2029

Tuan Rumah

Siang terik, tiga tamu tak dikenal lewat di depan rumah. Kebanyakan kita akan pura-pura tidak melihat. Abraham justru berlari menyongsong, sujud, lalu sibuk luar biasa: menyuruh Sara meremas tepung, memilih anak lembu terbaik, menghidangkan dadih dan susu. Semuanya untuk orang asing.

Dan orang asing itu ternyata TUHAN sendiri. Dari keramahan siang itu lahirlah janji yang membuat Sara tertawa: tahun depan engkau akan menimang anak laki-laki. Sara yang sudah tua tertawa geli, dan Allah menjawab dengan pertanyaan yang menggantung sepanjang zaman: adakah sesuatu yang mustahil untuk TUHAN?

Dalam Injil, urutannya berbalik. Kali ini bukan manusia yang menjamu Allah, melainkan Allah yang menawarkan diri datang: Aku akan datang menyembuhkannya. Dan perwira Kapernaum itu menjawab dengan kalimat yang kini kita ucapkan di setiap misa: Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata.

Dua tuan rumah, dua pelajaran. Dari Abraham kita belajar menyambut Allah yang menyamar dalam diri tamu dan orang asing. Dari sang perwira kita belajar menyambut-Nya dengan rendah hati, tanpa merasa pantas. Keduanya sama-sama didatangi keajaiban.

Tuhan, jadikanlah rumahku dan hatiku tempat Engkau betah singgah, sekalipun aku tidak layak. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →