‹ Semua renungan

Kamis, 28 Juni 2029

Lidah yang Terlepas

Injil hari ini masih menggemakan kisah yang kita rayakan Minggu lalu: kelahiran Yohanes Pembaptis. Tetapi kali ini mari kita perhatikan tokoh yang berdiri di pinggir: Zakharia, sang ayah, yang sembilan bulan lebih tidak bisa berkata-kata.

Kebisuannya bermula dari ragu. Ia tidak percaya kabar malaikat, maka mulutnya dikunci. Bayangkan sembilan bulan itu: imam yang biasa memimpin doa kini hanya bisa memberi isyarat. Sembilan bulan mendengar tanpa bisa menyela. Barangkali justru itu obatnya. Orang yang tidak bisa bicara akhirnya belajar mendengarkan.

Lalu tibalah hari penamaan. Semua orang mendesakkan nama warisan. Zakharia meminta batu tulis dan menulis: namanya adalah Yohanes. Pada detik ia menaati kehendak Allah dan melepaskan kehendaknya sendiri, seketika itu juga terbukalah mulutnya. Dan kata-kata pertamanya bukan keluhan tentang sembilan bulan yang hilang, melainkan pujian.

Santo Ireneus yang kita kenang hari ini pernah menulis kalimat termasyhur: kemuliaan Allah adalah manusia yang hidup. Zakharia menjadi manusia yang hidup kembali justru setelah kehendaknya diselaraskan dengan kehendak Allah.

Adakah yang membuat batin kita bisu belakangan ini? Coba periksa. Jangan-jangan ada ketaatan kecil yang sedang kita tunda.

Tuhan, lepaskanlah lidahku seperti lidah Zakharia, supaya kata pertamaku hari ini adalah pujian. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →