Rabu, 2 Mei 2029
Dibicarakan, Bukan Diributkan
Di kampung, kalau ada dua tetangga berselisih soal batas tanah, jalan tertua bukan saling diam atau saling lapor, melainkan duduk bersama di balai, dipanggil yang dituakan, dibicarakan sampai terang. Perselisihan tidak selalu buruk. Yang buruk adalah perselisihan yang dipendam lalu memisahkan diam-diam.
Jemaat perdana pun nyaris pecah. Beberapa orang datang dari Yudea dan mengajarkan bahwa tanpa disunat orang tidak dapat diselamatkan. Paulus dan Barnabas melawan keras. Suasana panas. Tetapi lihat jalan yang mereka tempuh: mereka tidak masing-masing membangun jemaat sendiri. Mereka sepakat pergi ke Yerusalem, kepada para rasul dan penatua, untuk membicarakan soal itu bersama. Maka bersidanglah mereka.
Inilah cikal bakal konsili pertama dalam sejarah Gereja. Bukan lahir dari suasana adem, melainkan dari pertengkaran jujur yang dibawa ke meja bersama. Iman tidak dijaga dengan menghindari beda pendapat, melainkan dengan berani mendudukkannya di hadapan Tuhan dan saudara.
Santo Atanasius yang kita kenang hari ini paham betul harga sebuah kebenaran yang diperjuangkan. Ia berkali-kali dibuang karena tak mau tunduk pada ajaran yang keliru tentang Kristus. Kadang bertahan dalam kebenaran memang membuat kita sendirian, tetapi tidak pernah membuat kita salah.
Tuhan, ketika ada beda paham di antara kami, jauhkanlah kami dari memisahkan diri diam-diam, dan tuntunlah kami duduk bersama mencari kehendak-Mu. Amin.