‹ Semua renungan

Minggu, 11 Februari 2029

Api dan Air di Depanmu

Berdirilah di persimpangan kampung yang tidak ada papan penunjuknya. Kiri atau kanan? Dua-duanya jalan, dua-duanya bisa ditempuh. Yang tidak sama adalah tujuannya. Salah pilih di persimpangan, sampainya bisa ke lain kota.

Putra Sirakh hari ini berbicara seperti papan penunjuk itu. Api dan air telah ditaruh Tuhan di hadapanmu. Hidup dan mati terletak di depan manusia, apa yang dipilih akan diberikan kepadanya. Allah menciptakan kita merdeka. Ia tidak menyetir tangan kita. Tetapi kemerdekaan itu bukan mainan: setiap pilihan sungguh membawa kita ke suatu tempat.

Minggu lalu Yesus menyebut kita garam dan terang dunia. Hari ini Ia berbicara tentang hukum Taurat. Kata Taurat sering kita dengar dengan nada berat, seolah tumpukan larangan. Padahal dalam bahasa aslinya, tora berarti pengajaran, petunjuk arah. Taurat adalah papan penunjuk di persimpangan tadi. Maka Yesus menegaskan: Ia datang bukan untuk mencabut papan itu, melainkan untuk menggenapinya.

Dan cara Yesus menggenapinya sungguh radikal: Ia memindahkan hukum dari perbuatan ke akar hati. Jangan membunuh, itu sudah lama. Yesus melangkah lebih dalam: yang marah dan menghina saudaranya pun sudah membunuh di dalam hati. Jangan berzinah, itu sudah lama. Yesus menunjuk pandangan mata dan keinginan yang dipelihara. Jangan bersumpah palsu, itu sudah lama. Yesus meminta yang lebih sederhana sekaligus lebih sulit: jika ya katakan ya, jika tidak katakan tidak.

Mengapa sampai ke akar? Karena semua perbuatan lahir dua kali. Sekali di dalam hati, sekali di dunia nyata. Dendam yang dirawat hari ini adalah pertengkaran bulan depan. Kejujuran kecil yang dilatih hari ini adalah keteguhan di saat genting nanti. Orang yang menjaga akarnya tidak perlu takut pada buahnya.

Paulus menyebut semua ini hikmat yang tersembunyi, yang tidak dikenal para penguasa dunia. Dunia mengukur orang dari yang tampak. Allah menyelidiki yang di dalam.

Pekan ini, pilihan apa yang sedang menunggu kita di persimpangan? Dan akar apa yang diam-diam tumbuh di hati kita: akar manis atau akar pahit?

Tuhan, Engkau menaruh api dan air di hadapanku. Bimbinglah tanganku memilih kehidupan, dan bersihkanlah akar hatiku sampai ke dalam-dalamnya. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →