‹ Semua renungan

Jumat, 9 Februari 2029

Sumpah di Meja Pesta

Gengsi paling mahal harganya di depan tamu. Banyak orang sanggup menolak dosa saat sendirian, tetapi rubuh saat ditonton. Takut kehilangan muka ternyata bisa lebih kuat daripada takut kehilangan nurani.

Kemarin kita mendengar para murid diutus mewartakan pertobatan. Hari ini kabar itu sampai ke telinga istana, dan Markus menyisipkan kisah kelam: kematian Yohanes Pembaptis. Herodes sebenarnya bukan orang yang sepenuhnya jahat. Ia segan kepada Yohanes, senang mendengarkannya, dan tahu Yohanes benar. Tetapi di meja pesta, di depan para pembesar, ia terjebak sumpahnya sendiri. Demi wibawa di mata tamu, kepala seorang nabi dipenggal.

Hati yang terombang-ambing memang berbahaya. Herodes mendengarkan kebenaran bertahun-tahun tanpa pernah memutuskan untuk taat. Ketika ujian datang, ia sudah kalah sebelum bertanding.

Santa Agata yang kita kenang hari ini adalah kebalikannya. Gadis muda itu berdiri di hadapan penguasa dan tidak menukar imannya dengan apa pun. Ia kehilangan nyawa, tetapi tidak kehilangan dirinya.

Kita pun setiap hari memilih: menyenangkan penonton atau setia pada suara hati. Di hadapan siapa kita paling sering menggadaikan kebenaran?

Tuhan, kuatkanlah aku agar lebih takut kehilangan Engkau daripada kehilangan muka. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →