‹ Semua renungan

Sabtu, 2 Desember 2028

Jerat yang Manis

Bacaan I Wahyu 22:1-7 Mazmur Mazmur 95:1-7 Injil Lukas 21:34-36

Orang yang memasang jerat tak pernah membuatnya menakutkan. Justru sebaliknya. Perangkap tikus diberi umpan yang paling wangi. Kail diberi cacing yang paling gemuk. Jerat selalu tampak seperti hadiah, sampai ia mengatup.

Kemarin kita mendengar bahwa langit dan bumi akan berlalu. Hari ini Yesus melanjutkan dengan satu peringatan lembut: "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan duniawi." Ia tidak melarang kita makan atau bergembira. Ia hanya tahu bahwa hati bisa menjadi berat tanpa terasa. Sarat, katanya. Seperti perahu yang pelan-pelan penuh air, lalu tenggelam tanpa suara.

Maka nasihat-Nya bukan "takutlah", melainkan "berjaga-jagalah sambil berdoa". Berjaga bukan berarti tegang. Berjaga berarti tetap ringan, tetap siap, tidak membiarkan hati diberati oleh hal-hal yang esok pagi sudah tak berarti.

Bacaan pertama menaruh alasan untuk berjaga dengan gembira. Yohanes melihat sungai air kehidupan mengalir dari takhta Allah, sebuah kota di mana malam tidak ada lagi. Yang kita nanti bukanlah kegelapan yang menelan, melainkan pagi yang tak berkesudahan. Orang yang tahu apa yang dinantinya tidak akan tidur terlalu lelap.

Di awal Adven ini, apa yang diam-diam memberati hatiku sampai aku lupa menanti Tuhan?

Tuhan, jagailah hatiku agar tetap ringan dan berjaga, supaya hari-Mu kudapati sebagai sukacita, bukan sebagai jerat. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →