Selasa, 14 November 2028
Tanpa Piagam
Ibu yang memasak setiap pagi tidak pernah menerima piagam. Tidak ada upacara penghargaan untuk nasi goreng yang keseribu. Petani yang menanam padi puluhan musim tidak diarak keliling desa. Dunia menyediakan panggung untuk yang luar biasa; yang setia setiap hari dianggap biasa saja.
Yesus hari ini berbicara tentang hamba yang pulang dari membajak, lalu masih menyiapkan makan bagi tuannya. Setelah semuanya selesai, hamba itu diajak berkata: kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan.
Terdengar keras di telinga zaman ini, zaman yang haus apresiasi. Tetapi ingatlah kemarin: para rasul meminta imannya ditambah. Hari ini Yesus menunjukkan wajah iman yang dewasa: tetap melayani tanpa menagih tepuk tangan. Sebab kebaikan yang dilakukan demi pujian akan berhenti begitu pujiannya berhenti.
Paulus berpesan kepada Titus hal yang senada: hidup sederhana, sehat dalam iman, menjadi teladan dalam berbuat baik. Bukan demi sorotan, melainkan karena kasih karunia Allah sudah lebih dulu menyelamatkan kita. Kita tidak berbuat baik supaya dibayar. Kita berbuat baik karena sudah dikasihi lebih dahulu.
Tuhan, buatlah aku setia pada tugas-tugas kecil hari ini, tanpa menunggu piagam dari siapa pun. Amin.