Rabu, 27 September 2028
Berangkat Ringan
Perhatikan orang mengepak tas menjelang bepergian: makin jauh tujuannya, makin banyak yang dibawa. Kalau-kalau hujan, kalau-kalau dingin, kalau-kalau perlu. Tas pun penuh oleh kekhawatiran yang dilipat rapi.
Kemarin Yesus menyebut keluarga-Nya: mereka yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya. Hari ini keluarga itu diutus, dan bekalnya justru dilucuti: jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju. Ini bukan pemujaan kemiskinan. Utusan yang ringan akan bergantung pada dua hal: pemeliharaan Allah dan kebaikan orang yang menerimanya. Dan kebergantungan itu sendiri sudah menjadi isi pewartaan: Kerajaan Allah sungguh bisa dipercaya.
Agur, dalam Kitab Amsal, berdoa dengan kejernihan yang sama: jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan; biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Sebab kenyang bisa membuat orang menyangkal Tuhan, dan melarat bisa mendorong orang mencuri. Cukup itu rahmat.
Hari ini Gereja mengenang Vinsensius a Paulo, imam Prancis yang menyebut kaum miskin sebagai tuan dan gurunya. Segala yang mengalir kepadanya ia alirkan lagi menjadi pelayanan: bagi anak terlantar, orang sakit, para tahanan.
Bawaan apa, entah harta entah kekhawatiran, yang membuat langkah kita berat untuk diutus?
Tuhan, buatlah aku merasa cukup, supaya ringan melangkah ke mana pun Engkau utus. Amin.