Selasa, 5 September 2028
Kata yang Berisi
Di setiap kampung biasanya ada satu orang yang bicaranya sedikit, tetapi kalau ia membuka mulut, semua diam. Bukan kerasnya suara yang membuat orang mendengar, melainkan hidupnya yang menjamin kata-katanya.
Kemarin kita mendengar Yesus ditolak di Nazaret, nyaris dilempar dari tebing. Hari ini di Kapernaum orang-orang justru takjub: perkataan-Nya penuh kuasa. Pewarta yang sama, telinga yang berbeda.
Tetapi Lukas menunjukkan sesuatu yang lebih dalam. Perkataan Yesus bukan sekadar bunyi. Ia berkata kepada roh jahat, "Diam, keluarlah dari padanya!" dan roh itu keluar. Pada Yesus, kata dan kenyataan tidak berjarak. Ia mengatakan, maka terjadi.
Kata-kata kita sering sebaliknya: nyaring tetapi ringan. Janji yang tidak ditepati, nasihat yang tidak kita jalani sendiri, komentar yang gampang tetapi kosong. Paulus, yang kemarin mengaku datang tanpa kata-kata indah, hari ini menyebut sumbernya: kami berkata-kata bukan dengan hikmat manusia, melainkan oleh Roh. Bahkan ia berani menulis, kami memiliki pikiran Kristus.
Hari ini, sebelum banyak bicara, mungkin kita perlu bertanya dulu: adakah hidupku menjamin kata-kataku?
Tuhan, jadikanlah kata-kataku sedikit tetapi berisi, seperti sabda-Mu yang berkuasa. Amin.