‹ Semua renungan

Selasa, 22 Agustus 2028

Ratu Tanpa Istana

Dunia punya gambar baku tentang penguasa: takhta, pengawal, nama yang disebut dengan gemetar. Raja Tirus dalam Bacaan I meniru gambar itu sampai lupa diri: "Aku adalah Allah! Aku duduk di takhta Allah." Firman menjawabnya pendek saja: engkau adalah manusia, bukan Allah. Dan sejarah menutup kisahnya di lubang kubur.

Hari ini Gereja memandang penguasa jenis lain: Santa Perawan Maria Ratu. Ratu yang tidak punya istana. Perempuan desa yang menyebut dirinya hamba, yang kamar bersalinnya kandang pinjaman, dan singgasana terakhirnya tanah di kaki salib.

Mengapa justru ia yang dimahkotai? Injil hari ini memberi rumusnya: "Banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu." Kerajaan Allah membalik urutan dunia. Yang meninggikan diri diturunkan seperti Tirus. Yang merendahkan diri ditinggikan seperti Maria.

Kemarin kita melihat orang muda kaya pergi dengan sedih karena banyak hartanya. Maria kebalikannya: tidak punya apa-apa untuk dilepaskan, hanya diri untuk diserahkan. Ternyata itulah satu-satunya kekayaan yang diminta Allah.

Kekuasaan macam apa yang diam-diam sedang kita kejar?

Bunda Maria, Ratu kami, ajarilah aku memerintah satu-satunya wilayah yang dipercayakan kepadaku: hatiku sendiri. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →