‹ Semua renungan

Jumat, 7 Juli 2028

Panggilan di Meja Cukai

Ada pekerjaan yang membuat orang dijauhi. Di zaman itu, pemungut cukai termasuk yang paling dibenci. Ia memungut pajak untuk penjajah, sering dengan lebih dari seharusnya, dan tetangganya menganggapnya pengkhianat. Ia duduk di balik meja uang, punya penghasilan, tetapi kehilangan tempat di hati orang banyak.

Di meja itulah Yesus lewat. Ia tidak menunggu Matius bertobat dulu, membersihkan diri dulu, baru dipanggil. Ia melihatnya duduk di rumah cukai dan langsung berkata, "Ikutlah Aku." Dan Matius berdiri, meninggalkan meja itu, lalu mengikut. Panggilan datang justru ketika ia sedang di tempat yang paling memalukan.

Orang Farisi tersinggung melihat Yesus makan bersama para pemungut cukai dan orang berdosa. Jawaban Yesus menjadi salah satu kalimat-Nya yang paling menghibur: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit." Ia datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.

Kita sering menunda datang kepada Tuhan karena merasa belum cukup baik. Nanti kalau sudah beres, kalau sudah pantas. Matius mengajar kita bahwa panggilan Yesus mendahului kepantasan kita. Ia memanggil kita apa adanya, lalu kepantasan itu tumbuh sesudah kita bangkit dan mengikut.

Adakah meja yang masih kududuki, sambil menyangka aku terlalu kotor untuk dipanggil?

Tuhan, Engkau memanggil orang berdosa. Bangkitkanlah aku dari mejaku dan buatlah aku mengikut Engkau. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →