‹ Semua renungan

Rabu, 5 Juli 2028

Cintailah yang Baik

Lidah anak kecil biasanya menolak sayur dan menagih yang manis-manis. Tetapi orang tua tidak menyerah. Sedikit demi sedikit lidah itu dilatih, sampai suatu hari si anak justru mencari sayur yang dulu ia buang. Selera ternyata bisa dididik. Yang mula-mula terasa pahit, lama-lama menjadi enak, asal terus dibiasakan.

Amos hari ini berbicara tentang selera yang lebih dalam. "Bencilah yang jahat dan cintailah yang baik." Perhatikan kata kerjanya: benci dan cinta. Bukan sekadar hindarilah dan lakukanlah. Allah tidak puas kalau kita hanya menjauhi kejahatan dengan berat hati sambil diam-diam masih mengidamkannya. Ia mau selera hati kita sungguh berubah, sampai yang baik terasa nikmat dan yang jahat terasa memuakkan.

Itulah bedanya orang yang menahan diri dan orang yang sudah berubah. Yang satu masih mengidamkan yang jahat, hanya sedang berpuasa dari padanya. Yang lain benar-benar tidak lagi menginginkannya.

Warga Gadara dalam Injil belum sampai ke sana. Yesus baru saja membebaskan dua orang dari cengkeraman setan, tetapi yang mereka pikirkan adalah kawanan babi yang hilang. Selera mereka masih tertambat pada untung rugi, bukan pada keselamatan sesama. Maka mereka justru meminta Yesus pergi.

Selera hatiku hari ini condong ke mana: masih diam-diam merindukan yang jahat, atau sungguh mulai mencintai yang baik?

Tuhan, didiklah selera hatiku, supaya aku membenci yang jahat dan mencintai yang baik seperti Engkau. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →