Rabu, 28 Juni 2028
Hilang di Rumah Sendiri
Saat bersih-bersih rumah menjelang hajatan, orang sering menemukan barang yang dikira hilang. Kunci cadangan, surat penting, buku yang dicari bertahun-tahun. Ternyata tidak hilang ke mana-mana. Ia hilang di rumah sendiri, tertimbun barang lain.
Hal semacam itu terjadi dalam bacaan pertama, dan yang ditemukan bukan sembarang buku. Ketika Bait Allah dibenahi, imam besar Hilkia berseru: telah kutemukan kitab Taurat di rumah TUHAN! Firman Allah hilang justru di rumah Allah. Tidak dicuri orang, hanya dilupakan. Dan begitu kitab itu dibacakan, raja Yosia mengoyakkan pakaiannya, lalu mengajak seluruh rakyat memperbarui perjanjian dengan segenap hati.
Kisah itu menegur kita dengan halus. Alkitab kita mungkin juga sedang hilang di rumah sendiri: rapi di rak, tersedia di ponsel, tetapi jarang dibuka. Firman tidak pernah berkurang kuasanya; kitalah yang lupa membukanya.
Kemarin Yesus berbicara tentang pintu yang sesak; hari ini Ia memperingatkan bahaya nabi-nabi palsu: dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Santo Ireneus, yang kita kenang hari ini, menghabiskan hidup menjaga ajaran yang benar dari pemalsuan. Penjagaan itu selalu dimulai dari hal yang sama: kitab yang ditemukan dan dibaca kembali.
Tuhan, jangan biarkan firman-Mu tertimbun kesibukanku. Berilah aku hati Yosia yang gemetar mendengarnya. Amin.