Jumat, 9 Juni 2028
Doa dari Nenek
Banyak orang mengenal doa pertamanya bukan dari buku, melainkan dari suara nenek atau ibu. Diajak melipat tangan sebelum tidur, menirukan kata demi kata yang belum dimengerti. Belasan tahun kemudian, kata-kata itu masih tinggal.
Kemarin Paulus meminta Timotius menjadi pekerja yang tidak usah malu. Hari ini ia membuka rahasia kekuatan anak muda itu: dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci. Di bagian lain suratnya Paulus menyebut nama nenek Lois dan ibu Eunike. Iman Timotius tidak lahir di ruang kuliah. Ia ditanam di rumah, lewat hal-hal kecil yang diulang-ulang dengan setia.
Kita gampang mengira pewarisan iman membutuhkan program besar dan biaya besar. Padahal yang paling membekas sering sederhana: orang tua yang terlihat berdoa, Kitab Suci yang terlihat dibuka, maaf yang terdengar diucapkan. Anak-anak jarang mengingat nasihat. Mereka mengingat teladan.
Paulus menutup dengan janji: segala tulisan yang diilhamkan Allah bermanfaat untuk mendidik orang dalam kebenaran. Hari ini baik kita bertanya: apa yang sedang kita tanam diam-diam di hati anak-anak di sekitar kita?
Tuhan, terima kasih untuk tangan-tangan yang dulu menanam iman di hatiku. Jadikanlah aku penanam bagi generasi berikutnya. Amin.