‹ Semua renungan

Rabu, 7 Juni 2028

Meniup Bara

Ibu-ibu yang memasak dengan anglo tahu rahasianya. Bara semalam tampak mati, kelabu tertutup abu. Tetapi coba tiup pelan-pelan. Di baliknya masih ada merah yang menunggu.

Kepada Timotius, anak rohaninya, Paulus menulis dari penjara: kobarkanlah karunia Allah yang ada padamu. Kata-kata itu mengandaikan sesuatu yang jujur: api bisa meredup. Semangat pelayanan bisa tinggal abu karena lelah, kecewa, atau takut. Maka Paulus menambahkan: Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Karunia jarang padam mendadak. Ia meredup pelan-pelan, dan sering kita biarkan karena mengira memang sudah waktunya. Padahal yang dibutuhkan kadang hanya tiupan kecil: doa yang dihidupkan lagi, pengakuan dosa, satu pelayanan sederhana yang diambil kembali.

Dalam Injil, Yesus yang kemarin dijerat soal pajak kini dihadang orang Saduki soal kebangkitan. Jawaban-Nya menghangatkan: Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Allah yang hidup tidak betah melihat bara yang dibiarkan menjadi dingin.

Apa yang dulu menyala dalam diri kita dan kini tinggal abu?

Ya Roh Kudus, tiuplah abu di hatiku. Kobarkanlah kembali karunia yang pernah Kautitipkan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →