Selasa, 6 Juni 2028
Gambar Siapa
Keluarkan selembar uang dari dompet. Di sana ada gambar pahlawan, tanda tangan pejabat, dan nama bank yang menerbitkannya. Uang itu sah justru karena memuat gambar dan tulisan penguasanya.
Kemarin kita mendengar Yesus menyindir para pemuka lewat perumpamaan penggarap kebun anggur. Hari ini mereka membalas dengan jerat: bolehkah membayar pajak kepada Kaisar? Yesus meminta satu dinar, lalu bertanya: gambar dan tulisan siapakah ini? Gambar Kaisar. Maka berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib bagi Kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib bagi Allah.
Jawaban itu jauh lebih dalam dari urusan pajak. Kalau koin memuat gambar Kaisar sehingga menjadi milik Kaisar, manusia memuat gambar siapa? Kitab Kejadian menjawabnya sejak halaman pertama: kita diciptakan menurut gambar Allah. Koin boleh diserahkan kepada negara. Tetapi diri kita, hati kita, hidup kita, tercetak dengan gambar Sang Pencipta dan hanya pantas diserahkan kepada-Nya.
Persoalannya, gambar itu bisa kabur tertutup debu keserakahan dan kecemasan. Hari ini baik kita bertanya pelan-pelan: masih terbacakah gambar Allah pada diriku?
Tuhan, aku ini mata uang-Mu. Bersihkanlah gambar-Mu dalam diriku, dan pakailah aku sekehendak-Mu. Amin.