‹ Semua renungan

Senin, 13 Maret 2028

Takaran Munjung

Perhatikanlah penjual beras yang baik di pasar. Ia mengisi literan sampai penuh, menggoyangnya supaya padat, menambahkan lagi sampai munjung, lalu masih meletakkan segenggam di atasnya. Pembeli pulang dengan hati lapang, dan besok pasti kembali ke lapak yang sama.

Yesus rupanya pernah memperhatikan pemandangan serupa. Dengarlah kata-kata-Nya hari ini: "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu." Itu bahasa pasar. Bahasa literan beras. Allah, kata Yesus, menakar seperti pedagang yang royal itu: munjung sampai tumpah.

Namun ada kalimat kuncinya: ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu. Kalau aku menakar pengampunan dengan sendok teh, jangan heran menerima dengan sendok teh pula. Jangan menghakimi, jangan menghukum, ampunilah, berilah. Empat kata kerja yang menentukan isi literan kita.

Daniel dalam bacaan pertama berdoa dengan mengandalkan takaran Allah: pada Tuhan ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak. Untunglah Allah tidak memakai takaran kita.

Dengan literan apa aku menakar orang serumahku hari ini?

Tuhan yang murah hati, gantilah takaranku yang sempit dengan takaran-Mu yang munjung dan tumpah ke luar. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →