‹ Semua renungan

Senin, 28 Februari 2028

Pergi dengan Sedih

Ada barang-barang yang sulit sekali kita lepas. Lemari sudah penuh, tetapi memberikan satu baju saja rasanya berat. Bukan barangnya yang memegang kita erat; kitalah yang memeluknya erat-erat.

Orang dalam Injil hari ini nyaris sempurna. Ia berlari-lari mendapatkan Yesus, bertelut, dan sungguh saleh: semua perintah telah kuturuti sejak masa mudaku. Lalu Markus mencatat kalimat yang lembut: Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya. Justru karena mengasihi, Yesus menunjuk satu-satunya belenggunya: juallah apa yang kaumiliki, berikanlah kepada orang miskin, kemudian datanglah dan ikutlah Aku.

Ia menjadi kecewa dan pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya. Betapa mengherankan: ia datang berlari, pulang tertunduk. Ia mencari hidup yang kekal, tetapi tidak sanggup melepaskan genggamannya pada hidup yang sekarang. Hartanya tidak jahat; genggamannya yang membuatnya tidak merdeka.

Para murid gempar: jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan? Jawaban Yesus adalah pintu harapan kita semua: bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah; segala sesuatu mungkin bagi Allah. Termasuk melonggarkan jari-jari kita yang menggenggam terlalu erat.

Yesus, pandanglah aku seperti Engkau memandang dia, dan jangan biarkan aku pergi dengan sedih. Lepaskan genggamanku satu per satu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →