‹ Semua renungan

Rabu, 2 Februari 2028

Lilin di Laci

Hampir setiap rumah menyimpan lilin di laci. Ia tidak dipakai setiap hari. Ia menunggu. Baru ketika listrik padam, benda kecil yang lama terlupakan itu dikeluarkan, dinyalakan, dan seisi rumah berkumpul pada nyalanya.

Hari ini Gereja merayakan Yesus dipersembahkan di kenisah, dan sejak dahulu pada pesta ini lilin-lilin diberkati. Sebab di Bait Allah itu Simeon yang tua menatang seorang Bayi dan menyebut-Nya terang bagi bangsa-bangsa. Simeon sendiri seperti lilin di laci. Bertahun-tahun ia menunggu, setia, hampir tak terlihat, sampai Roh Kudus menuntunnya masuk pada hari yang tepat. Ada pula Hana, delapan puluh empat tahun umurnya, tidak pernah meninggalkan Bait Allah. Dua orang tua yang sabar itulah yang pertama mengenali Terang.

Maleakhi berkata Tuhan akan masuk ke bait-Nya dengan mendadak. Justru itu soalnya. Yang mendadak hanya bisa disambut oleh yang lama menunggu.

Berdoa setiap hari memang sering terasa seperti menyimpan lilin: sunyi, seolah tak berguna. Sampai gelap datang, dan kita tahu untuk apa semuanya.

Tuhan, jadikan aku lilin kecil-Mu. Biar lama menunggu, asal siap menyala saat Engkau datang. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →